PETARASA.ID - Proses pembuatan makanan kaleng ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan. Mulai dari ikan sarden, nanas, hingga minuman lidah buaya, semuanya melewati tahapan produksi yang ketat agar tetap higienis, bergizi, dan mampu bertahan lama tanpa tambahan bahan pengawet. Fakta ini menjadi daya tarik tersendiri karena masih banyak masyarakat yang penasaran bagaimana makanan kaleng diproduksi.
Dalam tayangan edukatif tersebut diperlihatkan bahwa proses pembuatan makanan kaleng dimulai dari pemilihan bahan baku berkualitas. Setiap bahan diproses menggunakan teknologi modern dengan standar kebersihan yang tinggi sehingga aman dikonsumsi. Mulai dari proses pencucian, pemasakan, sterilisasi hingga pengemasan dilakukan secara berurutan untuk menjaga kualitas produk.
Tak hanya menjaga cita rasa, proses pembuatan makanan kaleng juga dirancang agar kandungan gizi di dalamnya tetap terjaga. Berbagai produk yang dikemas dalam kaleng bahkan mampu bertahan hingga beberapa tahun tanpa menggunakan bahan pengawet kimia.
Setiap hari sebuah pabrik pengalengan mengolah sekitar 10 ton ikan lemuru segar sebagai bahan utama pembuatan sarden kaleng. Ikan-ikan tersebut dibersihkan dengan memisahkan bagian kepala, isi perut, dan ekor sehingga hanya bagian daging yang digunakan.
Setelah dicuci menggunakan air mengalir sambil diputar untuk menghilangkan sisik, ikan kemudian dimasukkan ke dalam kaleng. Satu kaleng umumnya berisi lima hingga enam potong ikan, tergantung ukuran dan beratnya.
Tahap berikutnya adalah proses pemasakan menggunakan uap panas atau steam. Cara ini membuat ikan matang sekaligus membunuh mikroorganisme. Air sisa pemasakan kemudian ditiriskan agar tekstur ikan tetap padat dan tidak menimbulkan aroma amis.
Kaleng selanjutnya diisi saus tomat racikan khusus tanpa tambahan MSG. Pengisian dilakukan secara hati-hati agar tidak ada udara yang terperangkap di dalam kaleng. Kehadiran udara dapat mempercepat kerusakan produk.
Setelah itu, kaleng menjalani proses sterilisasi menggunakan tekanan uap panas dengan suhu tinggi. Proses ini membuat semua bakteri mati sekaligus menghasilkan tekstur ikan yang lembut, bahkan tulangnya menjadi lunak sehingga aman dikonsumsi. Sarden kaleng juga mengandung omega-3, protein, kalsium, serta vitamin yang bermanfaat bagi tubuh.
Baca Juga: Wisata Dusun Kuliner Kota Batu, Surga Kuliner Tradisional dan Spot Foto Estetik di Kaki Gunung
Selain ikan sarden, proses pengalengan juga dilakukan pada buah nanas. Bahan bakunya berasal dari sekitar 2.000 ton nanas segar yang dibudidayakan di wilayah Lampung Tengah.
Buah nanas terlebih dahulu dicuci menggunakan semprotan air bertekanan tinggi sebanyak dua kali agar benar-benar bersih. Setelah itu, nanas disortir berdasarkan ukuran menjadi lima kategori berbeda sebelum masuk ke tahap pengupasan kulit.
Daging buah kemudian dipotong dan dimasukkan ke dalam kaleng. Selanjutnya ditambahkan sirup manis sebelum kaleng ditutup rapat menggunakan mesin otomatis.
Nanas kaleng tetap memiliki kandungan vitamin C yang bermanfaat meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, enzim bromelain yang terdapat pada buah nanas juga dikenal memiliki manfaat bagi kesehatan.