Baca Juga: Warung Nasi Ibu Imas Bandung Selalu Ramai, Ini Rahasia Kuliner Sunda Legendaris yang Tak Pernah Sepi
Setelah matang, dumpling keju langsung dimasukkan ke mesin pembeku dengan suhu sekitar minus 40 derajat Celsius selama kurang lebih satu jam. Proses ini bertujuan menghentikan aktivitas mikroorganisme sekaligus menjaga kesegaran produk.
Usai dibekukan, dumpling dikemas dalam dua pilihan ukuran, yaitu 250 gram dan 500 gram. Kemasan 500 gram berisi sekitar 25 buah dumpling dengan berat masing-masing sekitar 20 gram.
Agar kualitas tetap terjaga, produk harus disimpan di dalam freezer dengan suhu sekitar minus 20 derajat Celsius. Pada kondisi tersebut, dumpling keju dapat bertahan hingga satu setengah tahun.
Baca Juga: Batagor Tamim Bandung Tak Pernah Sepi, Kuliner Legendaris Sejak 1993 yang Selalu Diburu Wisatawan
Dumpling dipercaya telah dikonsumsi sejak sekitar 1.700 tahun lalu di wilayah Tiongkok Utara. Menurut cerita, makanan ini pertama kali dibuat oleh seorang tabib untuk membantu masyarakat yang mengalami kelaparan dan kedinginan saat musim dingin ekstrem.
Awalnya dumpling disajikan dalam kuah hangat dengan isian daging kambing dan rempah-rempah. Seiring perkembangan zaman, isian dumpling semakin beragam, mulai dari daging ayam, udang, sayuran hingga keju seperti yang banyak ditemukan saat ini.
Selain lezat, keju yang menjadi isiannya juga mengandung protein, lemak, kalsium, fosfor, zat besi, dan berbagai vitamin yang bermanfaat bagi tubuh. Kandungan gizi tersebut menjadikan dumpling keju tidak hanya praktis, tetapi juga dapat menjadi salah satu sumber energi ketika dikonsumsi dalam porsi yang seimbang.
source : youtube EDUTAINMENT TRANS7 OFFICIAL