PETARASA.ID – Kuliner legendaris Salatiga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke kota berhawa sejuk di Jawa Tengah ini. Tak hanya dikenal sebagai kota tertua kedua di Indonesia, Salatiga juga menyimpan beragam hidangan tradisional yang telah bertahan puluhan tahun dan tetap menjadi favorit hingga sekarang.
Beragam kuliner legendaris Salatiga menawarkan cita rasa khas yang sulit ditemukan di daerah lain. Mulai dari sate sapi dengan bumbu rempah yang kaya, ronde hangat yang telah melegenda, hingga olahan singkong khas yang cocok dijadikan oleh-oleh.
Bagi pencinta wisata kuliner, menjelajahi Salatiga terasa belum lengkap tanpa mencicipi makanan-makanan khas yang menjadi identitas kota ini. Sebagian besar tempat makan legendaris bahkan telah berdiri sejak puluhan tahun lalu dan masih mempertahankan resep turun-temurun.
Sate Sapi Suruh, Perpaduan Manis, Gurih, dan Aroma Rempah. Perjalanan kuliner dimulai dari Sate Sapi Suruh, salah satu kuliner paling populer di Salatiga. Nama “Suruh” diambil dari Pasar Suruh, lokasi pertama warung sate ini berdiri.
Baca Juga: Seblak Teh Ririn Bogor Viral, Punya 80 Lebih Topping Unik dan Bakso Mozzarella Homemade
Berbeda dengan sate sapi pada umumnya, sajian ini memiliki bumbu rempah yang kuat dengan perpaduan rasa manis, gurih, dan sedikit pedas. Tekstur dagingnya empuk namun tetap kenyal saat digigit sehingga memberikan sensasi berbeda dibanding sate khas daerah lain.
Pengunjung juga bisa memilih potongan daging tanpa lemak sesuai selera. Ketupat yang disajikan sebagai pelengkap membuat hidangan ini semakin mengenyangkan.
Sate Sapi Suruh menjadi salah satu destinasi kuliner yang ramai dikunjungi wisatawan maupun warga lokal, terutama pada pagi hingga menjelang siang karena beberapa kuliner legendaris di Salatiga umumnya sudah habis sebelum waktu makan siang.
Ketan Serundeng yang Cepat Ludes. Tak jauh dari lokasi sate, terdapat penjual Ketan Serundeng legendaris di kawasan Pasar Raya Salatiga.
Menu sederhana ini terdiri dari ketan hangat yang disajikan bersama serundeng gurih. Pengunjung juga dapat menambahkan lauk seperti koyor, babat, maupun iso sesuai selera.
Menariknya, dagangan penjual tersebut kerap habis hanya dalam waktu singkat setelah mulai berjualan sekitar pukul 12.00 siang. Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kuliner tradisional yang telah diwariskan selama bertahun-tahun.
Perpaduan ketan yang masih hangat dengan serundeng serta lauk baceman menghasilkan rasa gurih dan manis yang seimbang.
Ronde Jago, Kuliner Legendaris Sejak Era 1950-an
Artikel Terkait
Warung Nasi Ibu Imas Bandung Selalu Ramai, Ini Rahasia Kuliner Sunda Legendaris yang Tak Pernah Sepi
Sumber Hidangan Bandung, Toko Roti Legendaris Sejak Era Kolonial yang Masih Bertahan hingga Kini
Hasna Kuliner Rantauprapat, Restoran Masakan Khas Mandailing yang Jadi Favorit untuk Keluarga dan Acara
Wisata Dusun Kuliner Kota Batu, Surga Kuliner Tradisional dan Spot Foto Estetik di Kaki Gunung
Wisata Dusun Kuliner Kota Batu, Destinasi Bak Negeri Dongeng dengan Kuliner, Kebun Apel, dan Spot Foto Estetik