kuliner

Cilok Viral Sumur Batu Selalu Diserbu Pembeli, Jualan Pakai Sepeda Ontel hingga Antre Panjang

Kamis, 9 Juli 2026 | 11:20 WIB
Definisi "Rasa Nggak Pernah Bohong"! ???? Sepeda ontelnya boleh jadul, tapi antrean Cilok Viral Sumur Batu milik Pak Dariono ini selalu bikin takjub setiap sore

PETARASA.ID – Cilok viral Sumur Batu tengah menjadi perbincangan para pecinta kuliner kaki lima. Bukan hanya karena rasanya yang disebut lezat, tetapi juga cara berjualannya yang unik. Seorang pedagang bernama Dariono tetap setia menjajakan cilok menggunakan sepeda ontel tua, yang kini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para pembeli.

Setiap sore, cilok viral Sumur Batu selalu dipadati pelanggan. Bahkan sebelum dagangan siap disajikan, antrean sudah mengular menunggu Pak Dariono membuka lapaknya. Pemandangan tersebut menjadi bukti bahwa kuliner sederhana tetap mampu bertahan di tengah gempuran makanan modern.

Popularitas cilok viral Sumur Batu semakin meningkat setelah videonya ramai beredar di media sosial. Banyak warga sengaja datang lebih awal agar tidak kehabisan karena dagangan Pak Dariono kerap ludes dalam waktu singkat.

Baca Juga: 3 Makanan Olahan Paling Menjanjikan 2026, Ayam, Mi Instan, hingga Sarden Punya Pasar Besar

Hal pertama yang mencuri perhatian pengunjung adalah kendaraan yang digunakan Pak Dariono. Berbeda dengan pedagang kebanyakan yang memakai gerobak, ia tetap setia menggunakan sepeda ontel sebagai tempat berjualan.

Sepeda tersebut sudah menjadi bagian dari identitasnya selama puluhan tahun. Saat baru tiba di lokasi, pelanggan bahkan langsung berkumpul mengelilingi sepeda tersebut sambil menunggu proses memasak dimulai.

Dalam perbincangan dengan pelanggan, Pak Dariono mengaku telah berjualan cilok selama lebih dari dua dekade.

Baca Juga: Industri Es Krim Indonesia Terus Berkembang, Peluang Bisnis Makanan Beku Makin Menjanjikan

Pria asal Pemalang, Jawa Tengah, itu juga mengungkapkan bahwa dirinya sudah lama merantau dan menekuni usaha yang sama sejak pertama kali berdagang. Berkat konsistensi menjaga cita rasa, pelanggan setianya terus bertambah dari tahun ke tahun.

Salah satu alasan banyak pelanggan kembali membeli adalah kualitas makanan yang tetap dijaga.

Pak Dariono menggunakan minyak goreng baru setiap hari agar hasil gorengan tetap renyah dan berwarna keemasan. Dalam sehari, ia menghabiskan sekitar empat kilogram minyak untuk menggoreng cilok hingga matang sempurna.

Proses memasaknya pun membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Selama proses penggorengan berlangsung, pelanggan tetap sabar mengantre hingga cilok siap disajikan.

Baca Juga: Bratwurst Mozarella Halal Buatan Indonesia, Begini Proses Produksinya hingga Tahan 6 Bulan

Suasana paling menarik terlihat ketika lapak baru mulai buka sekitar pukul 18.00 WIB. Belum lama sepeda diparkir, puluhan pembeli sudah membentuk antrean panjang.

Halaman:

Tags

Terkini