PETARASA.ID – Bratwurst mozarella halal kini semakin mudah ditemukan di Indonesia. Sosis khas Jerman yang identik dengan cita rasa gurih ini ternyata sudah diproduksi di dalam negeri dengan teknologi modern. Pabrik yang berada di kawasan Karawaci, Tangerang, mampu menghasilkan puluhan ton bratwurst setiap hari untuk memenuhi permintaan pasar.
Tak perlu jauh-jauh ke Jerman untuk mencicipi makanan khas tersebut. Bratwurst mozarella halal yang diproduksi di Indonesia telah disesuaikan dengan selera masyarakat Tanah Air, baik dari bahan baku maupun racikan rempahnya. Selain itu, produk ini juga diklaim memiliki kandungan protein tinggi sehingga menjadi salah satu pilihan makanan praktis.
Dalam satu kali proses produksi, pabrik menggunakan sekitar 500 kilogram bahan baku. Jika diakumulasikan, total produksi setiap harinya mencapai sekitar 25 ton bratwurst mozarella.
Baca Juga: Matcha Latte Creamy ala Michelle Viral, Resep Minuman Rumahan yang Disebut Tak Kalah dari Kafe
Tahap pertama dimulai dengan mencampurkan daging dan berbagai bahan pelengkap ke dalam mesin mixer berkapasitas besar. Selanjutnya ditambahkan air es sebagai salah satu bahan penting dalam proses pencampuran.
Air es berfungsi menjaga suhu adonan tetap rendah selama proses mixing berlangsung. Suhu yang stabil membantu mempertahankan kualitas protein pada daging sehingga tekstur sosis tetap kenyal dan tidak rusak.
Setelah adonan tercampur hingga kalis, langkah berikutnya adalah menambahkan potongan keju mozarella dalam jumlah besar. Keju kemudian diaduk hingga merata sehingga nantinya menghasilkan sensasi lumer ketika sosis dipanaskan.
Adonan yang telah siap kemudian masuk ke tahap filling atau pengisian ke dalam selongsong sosis. Berbeda dengan bratwurst tradisional yang umumnya menggunakan usus hewan sebagai pembungkus, produk ini memakai selongsong kolagen berbahan dasar tulang dan kulit hewan.
Selongsong kolagen tersebut aman dikonsumsi dan bahkan memiliki manfaat bagi tubuh, seperti membantu menjaga kesehatan kulit, persendian, hingga mendukung kesehatan tulang.
Seluruh proses pengisian berlangsung secara otomatis menggunakan mesin. Dalam sekali siklus, mesin mampu menghasilkan sekitar 81 buah bratwurst tanpa perlu diisi satu per satu secara manual.
Baca Juga: Sumber Hidangan Bandung, Toko Roti Legendaris Sejak Era Kolonial yang Masih Bertahan hingga Kini
Setelah seluruh adonan selesai dimasukkan ke dalam selongsong, bratwurst disusun di dalam ruang pemasakan berukuran besar. Satu ruang pemasakan bahkan mampu menampung hingga satu ton produk dalam sekali proses.
Pemasakan dilakukan menggunakan uap panas bersuhu sekitar 85 derajat Celsius selama kurang lebih 45 menit. Metode ini bertujuan membunuh mikroorganisme sehingga produk menjadi aman untuk dikonsumsi.