Pilihan isinya sangat beragam, mulai dari ayam suwir, bakso, jando, mozzarella, mie ayam, nasi goreng, hingga varian manis seperti alpukat keju cokelat.
Semua cireng digoreng setelah dipesan sehingga tetap renyah di luar namun lembut di bagian dalam. Sambal pedas menjadi pelengkap yang membuat cita rasa cireng semakin menggugah selera.
Baca Juga: Batagor Tamim Bandung Tak Pernah Sepi, Kuliner Legendaris Sejak 1993 yang Selalu Diburu Wisatawan
Varian ayam suwir dan bakso menjadi menu yang paling banyak direkomendasikan karena memiliki isian daging yang melimpah.
Kuliner berikutnya adalah cuangki yang juga menjadi salah satu makanan khas Bandung.
Sayangnya, beberapa menu favorit sudah habis karena datang pada sore hari. Meski demikian, cuangki original dengan tambahan mie tetap mampu menghadirkan rasa gurih yang khas.
Kuah hangat berpadu dengan bakso ikan serta kerupuk menghasilkan hidangan sederhana yang cocok dinikmati saat cuaca Bandung mulai sejuk.
Perjalanan kuliner ditutup di Seblak Teh Nara yang sedang viral di media sosial.
Konsep prasmanan membuat pengunjung bebas memilih berbagai jenis topping sebelum dimasak sesuai selera. Mulai dari bakso, sosis, ceker, gorengan, hingga aneka seafood tersedia dalam jumlah melimpah.
Total belanja seblak bahkan mencapai sekitar Rp100 ribu karena banyaknya topping yang dipilih.
Porsi yang sangat besar membuat hidangan ini sulit dihabiskan seorang diri. Meski begitu, cita rasa kuah pedas gurih yang kaya bumbu berhasil menjadi menu dengan penilaian tertinggi selama perjalanan kuliner tersebut.
Selain porsinya yang jumbo, pengunjung juga dapat meminta penyesuaian rasa, seperti menambah sambal, garam, maupun penyedap sesuai selera.
Baca Juga: Sumber Hidangan Bandung, Toko Roti Legendaris Sejak Era Kolonial yang Masih Bertahan hingga Kini
Berburu kuliner Bandung dalam sehari membuktikan bahwa kota ini masih menjadi surganya makanan berbahan dasar aci.