PETARASA.ID - Perjalanan sukses seorang pengusaha tidak selalu dimulai dari bangku kuliah atau latar belakang pendidikan tinggi. Hal itulah yang dibuktikan oleh WBono Wibi, pendiri Osaka Desu, brand kuliner Jepang yang kini berkembang menjadi jaringan bisnis dengan ratusan cabang di berbagai daerah. Berbekal tekad, pengalaman kerja, dan disiplin mengelola keuangan, ia berhasil membangun kerajaan bisnis dari nol.
Nama Osaka Desu kini telah dikenal sebagai salah satu brand makanan Jepang yang memiliki banyak cabang di Jawa Timur. Tak hanya mengembangkan Osaka Desu, WBono Wibi juga menaungi sejumlah merek kuliner dan bisnis lainnya, mulai dari retail, baby spa hingga franchise makanan yang jumlah cabangnya mencapai ratusan. Kisah sukses Osaka Desu pun menjadi inspirasi bagi banyak pelaku UMKM yang ingin membangun usaha sendiri.
Meski saat ini telah memiliki banyak unit usaha, perjalanan bisnis tersebut tidak diraih dengan mudah. Pria asal Jombang ini mengaku hanya mengenyam pendidikan hingga SMP karena keterbatasan ekonomi keluarga. Setelah lulus, ia sempat membantu orang tua bertani sebelum akhirnya merantau dan bekerja di berbagai tempat demi mengumpulkan pengalaman.
Baca Juga: Resep Soto Ayam Kuah Bening Ala Rumahan, Gurih Segar dengan Bumbu Rempah Meresap
Karier WBono Wibi dimulai dari pekerjaan sederhana sebagai pencuci piring di sebuah restoran di Surabaya. Berkat semangat belajar yang tinggi, ia terus membantu bagian dapur hingga dipercaya menjadi helper dan akhirnya mempelajari berbagai resep masakan Jepang dari para koki profesional.
Ia bahkan rutin mencatat resep, teknik memasak, hingga cara penyajian makanan agar mampu meningkatkan kemampuannya. Pengalaman bekerja selama beberapa tahun di restoran Jepang menjadi bekal penting sebelum memutuskan membuka usaha sendiri.
Pada tahun 2013, WBono Wibi bersama rekannya membuka usaha kuliner Jepang di Jombang dengan modal sekitar Rp25 juta hingga Rp30 juta. Namun lokasi pertama yang dipilih ternyata kurang strategis sehingga penjualan belum sesuai harapan.
Baca Juga: Resep Soto Seger Ayam Kampung Kuah Bening Ala Solo, Rempah Ringan dan Rasanya Bikin Nagih
Mereka kemudian memindahkan usaha ke kawasan food court yang lebih ramai. Keputusan tersebut menjadi titik balik perkembangan bisnis. Selama beberapa bulan pertama, seluruh keuntungan tidak digunakan sebagai gaji, melainkan diputar kembali untuk membeli peralatan dan mengembangkan usaha.
Tahun 2015, ia mulai membuka cabang di Kediri. Setelah berkunjung ke Jepang, nama usaha yang semula digunakan kemudian diganti menjadi Osaka Desu, sebuah identitas baru yang akhirnya dikenal luas hingga saat ini.
Perkembangan Osaka Desu terus berlanjut hingga melahirkan berbagai brand baru. Saat ini WBono Wibi mengelola delapan bisnis F&B, satu usaha baby spa, retail pakaian, serta franchise Chocochis yang memiliki hampir 200 cabang dan Nyoike Brownies Melele dengan sekitar 180 cabang.
Baca Juga: Resep Soto Daging Sapi Kuah Bening, Rahasia Daging Empuk dan Kuah Segar tanpa Keruh
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari penerapan sistem operasional yang rapi. Setiap cabang memiliki standar pembelian bahan baku, penghitungan HPP, pencatatan keuangan hingga target pembukaan cabang baru setiap tahun.
Ia menegaskan bahwa disiplin mengatur arus kas menjadi faktor utama keberhasilan bisnis. Bahkan seluruh pengeluaran, termasuk biaya parkir dan pengeluaran kecil lainnya, selalu dicatat agar pengusaha mengetahui pos mana yang harus dievaluasi.