PETARASA.ID - Kisah sukses Pawon Sambal Kentir membuktikan bahwa pengalaman di dunia penerbangan bisa menjadi bekal membangun bisnis kuliner yang sukses. Restoran bernuansa pedesaan khas Yogyakarta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan ini didirikan oleh Pegi, mantan pramugari Garuda Indonesia yang kini sukses meraih omzet hingga Rp55 juta per hari saat akhir pekan.
Sebelum dikenal sebagai pemilik Pawon Sambal Kentir, Pegi mengawali karier sebagai pramugari Garuda Indonesia. Perempuan asal Papua itu mengaku tidak memiliki latar belakang di bidang food and beverage (F&B). Seluruh kemampuan membangun bisnis restoran dipelajarinya secara otodidak melalui pengalaman langsung atau learning by doing
Kesuksesan Pawon Sambal Kentir juga tidak diraih secara instan. Pegi pernah gagal saat mengikuti seleksi pramugari Merpati meski telah belajar bahasa Inggris secara mandiri sejak SMA. Namun kegagalan tersebut justru menjadi titik balik hingga akhirnya berhasil lolos menjadi pramugari Garuda Indonesia setelah melewati berbagai tahapan seleksi yang sangat ketat.
Baca Juga: Resep Soto Seger Ayam Kampung Kuah Bening Ala Solo, Rempah Ringan dan Rasanya Bikin Nagih
Berawal dari Pramugari hingga Terjun ke Bisnis Kuliner
Selama sekitar 12 tahun berkarier sebagai pramugari, Pegi banyak belajar tentang pelayanan, kedisiplinan, dan hospitality. Setelah menikah dan memiliki anak, ia memutuskan mengundurkan diri karena ingin lebih fokus kepada keluarga.
Keputusan tersebut membawanya mencoba dunia usaha dengan membuka kafe kecil di pinggir jalan. Dari usaha sederhana itu, ia mulai memahami cara mengelola bisnis hingga akhirnya berani mendirikan restoran berskala lebih besar.
Menghadirkan Suasana Jogja di Tengah Jakarta
Restoran Pawon Sambal Kentir resmi beroperasi pada Oktober dan mengusung konsep pedesaan khas Yogyakarta. Nama "Pawon" berarti dapur, sedangkan "Kentir" dipilih sebagai identitas sambal pedas andalan yang menjadi ciri khas restoran.
Baca Juga: 5 Kuliner Bandung Paling Viral 2026, Bubur Ihsan hingga Mie Yamin Abut yang Selalu Antre Panjang
Bangunan joglo, pepohonan rindang, serta suasana kampung sengaja dihadirkan agar pengunjung merasakan sensasi seperti sedang berada di Yogyakarta meski berada di tengah Jakarta.
Tak hanya menyajikan menu khas Jawa seperti ayam ingkung, sate klathak, tengkleng, dan tongseng, restoran ini juga menawarkan aneka kuliner Nusantara, mulai dari nasi liwet Sunda, ayam woku Manado, hingga papeda khas Papua.
Omzet Tembus Rp55 Juta Per Hari
Menurut Pegi, omzet tertinggi restoran mencapai sekitar Rp55 juta per hari saat Jumat hingga Minggu. Sementara pada hari biasa, pendapatan berkisar Rp38 juta hingga Rp40 juta per hari.
Menariknya, restoran ini tidak pernah menggelar grand opening maupun menggunakan jasa promosi berbayar. Popularitasnya justru berkembang melalui liputan berbagai stasiun televisi dan rekomendasi pelanggan yang datang secara alami.
Pegi juga mengaku seluruh konsep bangunan, tata taman, hingga desain interior dikerjakan sendiri tanpa menggunakan jasa arsitek maupun desainer profesional.
Filosofi Bisnis: Nikmati Proses dan Terus Berkarya
Di balik kesuksesan tersebut, Pegi percaya bahwa setiap kegagalan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan. Ia selalu mengingat pesan sang ayah untuk tidak mudah menyerah dan terus belajar.
Menurutnya, pelaku usaha sebaiknya tidak hanya berfokus pada masalah, tetapi menikmati setiap proses yang dijalani. Kreativitas, pelayanan yang baik, dan keberanian memulai langkah kecil menjadi modal utama membangun bisnis.
Ke depan, Pegi berencana membuka cabang Pawon Sambal Kentir di Papua agar masyarakat di sana juga dapat menikmati suasana kampung Jawa lengkap dengan beragam sajian kuliner Nusantara.
Source:youtube/@PecahTelur