kuliner

Viral warung tutup selama 40 tahun, isinya barang jadul

Jumat, 10 Juli 2026 | 16:49 WIB
Warung jadul viral dikira tutup 40 tahun ternyata merupakan galeri koleksi barang antik di Padang dengan produk era 1975 hingga 1980 yang masih utuh.

Disulap Menjadi Galeri Kelontong Jadul

Rivaldo mengungkapkan dirinya mulai serius mengoleksi berbagai barang lawas sejak awal pandemi Covid-19. Kegemarannya terhadap benda-benda bernilai sejarah membuat rumah peninggalan keluarganya kemudian disulap menjadi galeri kelontong jadul.

Di dalam galeri tersebut, pengunjung dapat menemukan beragam produk kebutuhan rumah tangga, kosmetik, hingga perlengkapan perawatan tubuh yang pernah beredar beberapa dekade lalu.

Tak hanya itu, Rivaldo juga memiliki hobi mengumpulkan majalah-majalah lama sejak masih duduk di bangku SMP. Koleksi tersebut semakin melengkapi nuansa nostalgia yang dihadirkan dalam galeri miliknya.

Baca Juga: Resep Ayam Bakar Bumbu Pedas Meresap, Rahasia Ungkep dan Bakar Bikin Rasanya Juara

Menurutnya, mengoleksi barang-barang jadul bukan sekadar menyimpan benda lama, tetapi juga menjaga jejak sejarah kehidupan masyarakat pada masa lalu agar tetap dapat dikenang oleh generasi berikutnya.

Jadi Tempat Bernostalgia

Keberadaan galeri kelontong jadul ini kini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin mengenang produk-produk yang pernah digunakan pada era 1970-an hingga 1980-an.

Banyak pengunjung mengaku teringat masa kecil saat melihat kemasan produk lawas yang masih asli dan tersimpan dengan baik. Tidak sedikit pula yang mengabadikan momen tersebut melalui foto maupun video untuk dibagikan kembali di media sosial.

Baca Juga: Resep Ayam Panggang Teflon Empuk dan Gurih, Cuma Rebus Lalu Panggang Hasilnya Bikin Nagih

Di akhir penjelasannya, Rivaldo menyampaikan bahwa hobi mengoleksi barang-barang lama membutuhkan kesabaran, ketekunan, serta keyakinan. Ia percaya tidak ada hal yang mustahil selama seseorang memiliki niat kuat untuk mewujudkannya.

Kisah galeri kelontong jadul di Padang ini pun menjadi bukti bahwa koleksi benda-benda lawas tidak hanya memiliki nilai nostalgia, tetapi juga berpotensi menjadi sarana edukasi sekaligus destinasi menarik bagi masyarakat yang ingin mengenal sejarah produk-produk Indonesia dari masa ke masa.

source: Sarambinews

Halaman:

Tags

Terkini