Perjalanan berlanjut ke Ronde Jago, salah satu ikon kuliner malam Salatiga yang telah berdiri sejak era 1950-an.
Ronde ini memiliki keunikan pada isi bola ronde yang lebih beragam dibanding ronde pada umumnya. Selain kacang merah, terdapat tambahan manisan jeruk, sagu delima, buah pala, kayu manis, hingga berbagai bahan lainnya yang menciptakan sensasi rasa dan tekstur berbeda.
Kuah jahenya terasa hangat dengan tingkat kemanisan yang pas sehingga cocok dinikmati saat udara Salatiga sedang dingin.
Selain ronde, tempat ini juga menyediakan aneka menu lain seperti es koteng, tape, batagor, pangsit tenggiri, hingga minuman jahe hangat yang menjadi favorit pelanggan.
Tak heran jika Ronde Jago menjadi langganan banyak tokoh dan wisatawan dari berbagai daerah. Getuk Kethek, Oleh-oleh Khas Kampung Singkong. Kuliner terakhir yang wajib dicoba adalah Getuk Kethek yang berada di kawasan sentra industri olahan singkong Salatiga.
Berbeda dengan getuk pada umumnya, Getuk Kethek memiliki tekstur sangat lembut karena menggunakan singkong pilihan yang diolah hingga halus. Tersedia dua varian, yaitu getuk kukus dan getuk goreng.
Varian kukus memiliki aroma santan dan kelapa yang lebih kuat dengan tekstur lembut saat disantap. Sementara versi goreng menawarkan sensasi renyah di luar namun tetap lembut di bagian dalam.
Sayangnya, getuk kukus hanya mampu bertahan sekitar delapan jam sehingga lebih cocok langsung dinikmati setelah dibeli. Sedangkan getuk goreng memiliki daya simpan lebih lama sehingga cocok dijadikan buah tangan.
Keberadaan berbagai kuliner legendaris tersebut semakin mengukuhkan Salatiga sebagai salah satu destinasi wisata kuliner terbaik di Jawa Tengah. Dengan cita rasa autentik yang tetap dipertahankan hingga kini, kota ini menjadi tempat yang layak masuk daftar kunjungan para pencinta makanan tradisional Indonesia.
source : youtube @Melkibajaj