PETARASA.ID – Donat sourdough Bandung viral kembali mencuri perhatian para pecinta kuliner. Berbagai gerai donat di Kota Bandung sukses menarik antrean panjang berkat inovasi rasa, tekstur, hingga bentuk yang berbeda dari donat pada umumnya. Tak heran jika kuliner ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan yang berkunjung ke Kota Kembang.
Salah satu yang paling ramai diperbincangkan adalah Sawer Doh Bomboloni di kawasan Setiabudi, Kota Bandung. Gerai ini menghadirkan bomboloni berbentuk bulat dengan tekstur lembut dan isian melimpah yang dibuat menggunakan adonan sourdough hasil fermentasi buah.
Tak hanya menawarkan rasa yang unik, proses pembuatannya juga menjadi daya tarik tersendiri. Adonan donat dibuat menggunakan air buah fermentasi, mulai dari apel hingga anggur, yang difermentasi selama 7 hingga 30 hari sehingga menghasilkan karakter rasa dan aroma yang berbeda.
Baca Juga: Sangu Akel Ambu Bogor dan Mie Nisa Roja Jadi Kuliner Legendaris yang Wajib Dicoba, Ini Keunikannya
Sawer Doh Bomboloni menyediakan sedikitnya 17 pilihan rasa yang dapat dipilih pelanggan. Beberapa varian favorit di antaranya Rose Lychee, Matcha, hingga Dubai Pistachio yang sedang populer di kalangan pecinta dessert.
Seluruh donat diproduksi setiap hari dalam kondisi segar. Penggunaan teknik fermentasi dipercaya menghasilkan tekstur yang lebih ringan, lembut, sekaligus lebih ramah di lambung dibandingkan donat biasa.
Pengelola menjelaskan bahwa penggunaan adonan fermentasi menjadi pembeda utama produknya. Selain menciptakan cita rasa yang khas, teknik tersebut juga membuat donat terasa lebih nyaman dikonsumsi, termasuk bagi mereka yang memiliki masalah lambung atau asam lambung.
Baca Juga: Kuliner Legendaris Salatiga, Sate Sapi Suruh hingga Ronde Jago yang Wajib Dicoba Wisatawan
Saat dicicipi, bomboloni memiliki tekstur empuk dengan isian yang menyatu di setiap gigitan. Aroma fermentasi buah menghadirkan sensasi rasa yang berbeda tanpa menghilangkan kelembutan khas donat.
Dengan harga Rp18.000 per buah, Sawer Doh Bomboloni mampu menjual lebih dari 1.000 donat setiap hari. Saat viral di media sosial, seluruh stok bahkan bisa habis hanya dalam waktu tiga hingga empat jam setelah toko dibuka.
Banyak pelanggan mengaku datang karena penasaran setelah melihat donat tersebut berseliweran di berbagai platform media sosial.
Selain bomboloni, wisata kuliner berlanjut ke kawasan Pasteur untuk mencoba donat sourdough lain yang juga tengah viral.
Berbeda dari donat pada umumnya, gerai ini menawarkan donat berbentuk kotak yang disajikan secara prasmanan. Pengunjung bebas memilih sendiri varian favorit sebelum menikmati langsung di area kafe.